Oleh Siti Yunawaroh
Sahabat,
Dahulu tangan kita saling terikat,
Jari-jari kita saling terpaut,
Menimbulkan kehangatan dalam dingin,
Mencerahkan kegelapan disekitar,
Bahkan barisan semut berhenti menatap kita heran,
Mungkin dalam hatinya bertanya,
Apakah yang membuat kalian berseri begitu cerah ?
Kapankah kalian tersadar dari candaan ?
Dan hanya balasan senyum yang diterimanya,
Sampai akhirnya waktu menjadi penghalang,
Jarum jam terus berputar,
Dan detakannya terus berbunyi,
Fajar berubah senja dengan cepat,
Surya datang dan pergi tanpa henti,
Bisakah kalian istirahat ?
Pekerjaan kalian hanya akan menjadikan hari berlalu begitu cepat,
Mengubah semuanya menjadi kenangan,
Ah... haruskah aku menyalahkan kalian ?
Perlahan genggaman tangan kita mulai merenggang,
Kehangatan mulai membeku,
Dan candaan mulai berguguran, tersapu jarak dan waktu.
Wajah-wajah yang semula cerah mulai meredup,
Berubah menjadi gelap, sangat gelap.
Kita dekat, tapi tak saling melihat.
Kita bersama, tapi tak saling menyapa.
Kehangatan yang timbul saat kita bersama telah hilang,
Kemana perginya ?
Tak terasa bulir-bulir permata jatuh dikedua mataku,
Mereka yang menemaniku ditengah kegelapan yang menghalangi kita,
Mengapa mereka datang ? Aku tidak mengundangnya,
Menginginkannya saja tidak,
Apakah mereka tidak sadar bahwa kehadiran mereka hanya membuatku tampak lemah ?
Ah... Apakah aku juga harus menyalahkan mereka ?
Didalam mimpi gelap ditengah tidurku aku meraih kalian,
Walau dalam gelap aku menggenggam tangan kalian erat,
Berharap tercipta kehangatan dan cahaya yang mencerahkan,
Walau dalam gelap aku tersenyum tulus pada kalian,
Walau dalam gelap aku mencoba menciptakan candaan,
Walau dalam gelap aku menyapa kalian,
Tapi karena gelap aku dihiraukan,
Tapi karena gelap aku diacuhkan,
Dan karena gelap aku ditinggalkan,
Sampai akhirnya aku terbangun, membuka mata yang semula tertutup rapat,
Berharap kegelapan meninggalkanku,
Ternyata tidak, cahaya yang mencerahkan masih belum menghampiriku,
Aku tetap dalam gelap,
Tapi aku masih berusaha mendatangkan kecerahan yang kurindukan,
Dengan tetap menyapa walau gelap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar